Halo, semoga harimu menyenangkan dan dipermudah semua urusan baikmu! Amiin
Kalau lu seorang pelaku digital atau punya website, blog, atau toko online, mungkin lu bakal sering banget denger istilah kata SEO, yekan! Bahkan belakangan ini, muncul istilah baru yang mungkin terdengar asing “kek mantan” yaitu GEO. A a ppaan tuh? SEO aja belum paham ini malah ada istilah baru! Idup udah ribet, pemerintah makin ruwet, mana kerjaan pulak belum dapet!
Santai, gue sebagai Digital Performer yang baik, tidak sombong, rajin menabung dan mengkritik pemerintah mencuci piring, gue bakal coba jelasin dengan santai tentang apa itu SEO dan GEO, lengkap dengan panduan praktis yang bisa langsung lu coba. Kita bahas dari dasar, yak!
Apa itu SEO? Kita kenalan dulu sama beliao,

SEO itu singkatan dari Search Engine Optimization. Simpelnya, Singkatnya SEO adalah serangkaian usaha biar websitemu muncul di halaman pertama Google (atau mesin pencari lain seperti yahoo dll) ketika orang mencari sesuatu yang berhubungan dengan isi websitemu. Ibaratnya, kamu punya toko di gang sempit. Naah, SEO itu cara supaya tokomu pindah ke pinggir jalan raya yang ramai, jadi banyak orang lihat dan mampir.
Nah, mesin pencari kek Google itu punya “robot” yang merayapi atau bahasa teknisnya tuh ngecrawl jutaan website, membaca kontennya, lalu memutuskan mana yang paling relevan buat ditampilkan ke pengguna. Nah, SEO membantu robot ini memahami website-mu dengan lebih baik, sekaligus meyakinkan kalo kontenmu emang layak direkomendasikan buat dibaca sama pengunjung website-mu.
Pembagian Jenis SEO: Tiga Serangkai yang Wajib lu Tau
Biasanya, SEO itu dibagi jadi tiga jenis utama. Semuanya saling terkait, jadi ketika melakukan SEO jangan cuma fokus di satu sisi aja ya,
1. SEO On-Page
Ini jenis SEO atau optimasi yang lu lakukan langsung di dalam website. Fokusnya pada konten dan elemen HTML. Contohnya:
-
Riset keyword/kata kunci: Cari tahu kata atau kalimat apa yang diketik orang di Google. Alat gratisan kek Google Keyword Planner bisa membantu.
-
Judul dan meta deskripsi menarik: Judul artikel (title tag) dan cuplikan deskripsi harus mengandung kata kunci, tapi tetap alami dan mengundang klik.
-
Konten berkualitas: Artikel yang menjawab pertanyaan pembaca dengan tuntas, orisinilan, dan mudah dipahami. Google suka konten yang people-first, bukan cuma numpuk kata kunci yang ngasal.
-
Struktur heading: Pakai H1, H2, H3 untuk membagi artikel jadi beberapa bagian yang rapi. Robot Google jadi mudah memindai.
-
Internal linking: Mengaitkan artikel satu sama lain di dalam websitemu sendiri, biar pengunjung betah dan robot mudah menjelajah.
-
Optimasi gambar: Nama file dan teks alternatif (alt text) gambar diberi deskripsi yang jelas. Selain baik untuk SEO, juga membantu teman-teman tunanetra.
2. SEO Off-Page
Nah kalo pertama tadi jelasin SEO on-page (Optimasi didalam website), SEO Off-Page ini kebalikannya, yaitu Optimasi diluar website. Ini bertujuan buat meningkatkan reputasi websitemu. Paling utamanya adalah backlink, yaitu tautan dari website lain yang mengarah ke websitemu. Bayangkan backlink itu seperti rekomendasi, makin banyak website berkualitas yang merekomendasikanmu, maka websitemu juga makin dipercaya sama Google. Caranya bisa lewat guest blogging, kolaborasi, atau bikin konten yang layak dibagikan. Ini tuh mirip kek kamu dan temenmu posting foto bareng terus collab atau mention satu sama lain gitu dah!
Selain backlink, signal social (engagement di media sosial) juga bisa mendukung, meski pengaruhnya tidak langsung.
3. Technical SEO
Ini bagian yang bikin website-mu “bersahabat” dengan mesin pencari dari sisi teknis. Kalau teknisnya berantakan, secantik apa pun kontenmu bakal susah naik. Beberapa poin pentingnya:
-
Kecepatan website: Pastikan loadingnya cepet. Pakai gambar terkompresi, hosting yang baik, dan caching.
-
Mobile-friendly: Tampilan harus responsif dan nyaman di ponsel. Sekarang mayoritas pencarian datang dari HP.
-
Struktur URL yang bersih: URL pendek dan mengandung kata kunci relevan lebih mudah dipahami.
-
Sitemap & robots.txt: Kirim peta situs ke Google Search Console agar semua halaman terindeks, dan atur file robots.txt supaya robot tidak masuk ke halaman sensitif.
-
Keamanan (HTTPS): Sertifikat SSL itu wajib, demi kepercayaan pengunjung dan sinyal positif ke Google.
GEO: Search Engine Jadi Makin Cerdas

Kamu mungkin udah liat, sekarang Google suka menampilkan jawaban langsung di kotak featured snippet atau lewat AI Overviews (dulu SGE) seperti gambar preview diatas, di mana AI menyusun rangkuman jawaban dari berbagai sumber. Bing juga punya Copilot, dan ada platform seperti ChatGPT serta Perplexity yang menjawab pertanyaan langsung tanpa perlu klik link. Nah, GEO atau Generative Engine Optimization adalah seni mengoptimalkan konten supaya dipakai sebagai sumber oleh mesin pencari berbasis AI generatif itu sendiri karna sebenernya AI generatif memang mengambil data dari Search Engine untuk bahan jawaban saat kamu tanya tentang sesuatu di AI (ChatGPT, Claude, Deepseek dll).
Terus, bedanya apa dengan SEO? Pada SEO biasa, kita berjuang agar link website muncul di urutan teratas dan diklik pengguna. Di GEO, tujuan utamanya adalah agar konten kita dikutip, dirujuk, atau dijadikan bahan sintesis oleh AI untuk jawabannya. Jadi, meski pengguna tidak mengklik link kita, brand atau nama website kita tetap disebut sebagai sumber tepercaya. Metrik suksesnya bukan cuma klik, tapi impression berupa kutipan, brand mention, dan peningkatan otoritas di mata AI.
Perbedaan mendasar lainnya yaitu: SEO sangat bergantung pada kata kunci persis dan volume pencarian. Sedangkan GEO lebih mementingkan kedalaman konten, kemampuan menjawab pertanyaan kompleks, struktur data yang rapi, serta sinyal kepercayaan (E-E-A-T: Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness). Singkatnya, kalo SEO itu lomba lari menuju posisi satu, GEO itu lomba jadi “juri” yang dirujuk oleh wasit utama, yaitu AI.
Terus bijimana cara melakukan SEO dan GEO? Tenang, berikut cara melakukannya.
Cara Melakukan SEO: Optimasi pada search engine
Ini panduan praktis yang bisa kamu eksekusi mulai hari ini buat mulai melakukan SEO step by step:
-
Riset kata kunci pakai hati. Jangan cuma incar kata kunci berekor pendek yang persaingannya gila. Cari long-tail keywords (kalimat panjang dan spesifik), misalnya “cara merawat tanaman monstera di apartemen” ketimbang sekadar “tanaman monstera”. Gunakan Google Suggest, “People Also Ask”, atau Ubersuggest gratisan.
-
Tulis konten yang benar-benar menjawab. Setelah dapat kata kunci utama, buat artikel yang lebih komplet dari kompetitor. Jawab pertanyaan turunan: apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa. Tambahkan data, studi kasus, atau pengalaman pribadi biar terasa hidup. Jangan lupa, panjang konten bukan segalanya, tapi kedalaman itu penting.
-
Optimasi on-page dengan ramah. Masukkan kata kunci utama di judul, subjudul pertama, dan beberapa kali di badan konten secara alami. Meta deskripsi dibuat biar mengundang rasa penasaran, 150–160 karakter. Setiap gambar diberi nama file yang bermakna (misal: tips-seo-2025.jpg) dan alt text yang deskriptif. Tautkan ke artikel lain yang masih satu topik.
-
Bangun backlink secara alami. Mulai dari yang mudah: daftarkan website ke direktori lokal atau asosiasi bisnis yang kredibel. Lalu, cari situs yang relevan dan tawarkan kerja sama guest post. Bikin konten yang benar-benar berguna, seperti infografis atau riset orisinal, biasanya orang akan dengan senang hati membagikan dan memberi link. Jangan beli backlink, itu bisa bikin kena penalti.
-
Cek kesehatan teknis secara berkala. Pakai Google Search Console untuk memantau halaman yang error, kecepatan loading lewat PageSpeed Insights, dan pastikan tampilan mobilenya oke lewat Mobile-Friendly Test. Pasang plugin cache jika pakai WordPress, pilih hosting cepat, dan jangan pasang terlalu banyak script yang memperlambat.
Cara Melakukan GEO: Optimasi untuk Era AI Generatif
Kalau yang tadi SEO klasik, sekarang kita siapkan konten agar disukai AI. Begini langkah rincinya:
-
Buat konten yang “siap saji” untuk AI. AI suka struktur yang jelas. Gunakan banyak subjudul (H2, H3), poin-poin bernomor, tabel perbandingan, dan paragraf pendek. Sediakan ringkasan di awal artikel atau bagian “Kesimpulan Cepat” yang bisa langsung diserap AI.
-
Jawab pertanyaan spesifik dalam format tanya-jawab. Tambahkan seksi FAQ di akhir artikel. Sering-seringlah melihat kotak “People Also Ask” di Google, lalu jawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan lugas di kontenmu. AI generators cenderung mengambil konten yang persis menjawab pertanyaan.
-
Perkuat sinyal E-E-A-T. Tunjukkan siapa penulisnya, sertakan bio singkat yang memperlihatkan pengalaman atau keahlian. Cantumkan sumber data terpercaya dan studi yang relevan. Semakin terlihat sebagai sumber yang kredibel, makin besar peluang dikutip AI.
-
Optimasi data terstruktur (schema markup). Ini kunci penting GEO. Terapkan schema Article, FAQ, HowTo, atau Product yang sesuai. Schema membantu mesin memahami konteks kontenmu secara presisi. Kalau pakai WordPress, ada banyak plugin seperti Rank Math atau Yoast yang memudahkan pemasangan schema.
-
Bangun otoritas topikal, bukan cuma kata kunci. AI tidak hanya melihat satu halaman, tapi keseluruhan situs. Jadi, bikin kluster konten (topic cluster): satu halaman pilar yang membahas topik besar, lalu beberapa artikel pendukung yang saling terhubung. Misalnya, halaman pilar tentang “Panduan Lengkap Berkebun di Rumah”, lalu artikel pendukungnya “Cara Membuat Kompos”, “Memilih Pot yang Tepat”, dan seterusnya. Ini membuktikan bahwa kamu pakar di bidang itu.
-
Dorong penyebutan merek (brand mention) di berbagai platform. Aktiflah di media sosial, komunitas, atau podcast orang lain. Saat brand-mu sering disebut di internet—meskipun tanpa link—AI menganggapmu sebagai entitas yang populer dan tepercaya. Jadi, selain backlink, kehadiran di diskusi publik juga penting.
-
Pantau performa di mesin pencari generatif. Saat ini, metrik khusus GEO masih terus berkembang. Kamu bisa cek apakah kontenmu muncul di AI Overviews Google dengan mengetikkan pertanyaan terkait dan melihat apakah namamu disebut. Ada juga tools yang mulai menyediakan analisis GEO, meski masih tahap awal. Yang paling penting, konsisten menyajikan konten yang mendalam dan mudah diserap.
Sebenernya kalo mau bahas SEO dan GEO secara detail tuh banyak banget jenisnya sesuai dengan kebutuhan, misal SEO dan GEO untuk jenis usaha toko online dan hotel atau online magazine tuh punya cara yang sedikit berbeda, walaupun tujuannya sama. Tapi kali ini gue coba bahas summarynya dlu aja, mungkin dinext artikel akan gw bahas SEO dan GEO dengan lebih detail.
Intinya, jangan bingung lu mau pilih melakukan optimasi SEO atau GEO. Karena keduanya saling melengkapi macam romeo dan juliet. Pondasi SEO yang kuat seperti konten berkualitas, teknis prima, dan backlink alami adalah pijakan untuk GEO. Ketika lu berusaha mengoptimalkan konten agar mudah diserap AI, secara tidak sadar lu juga membuat konten itu lebih baik untuk pembaca. Jadi, tetap tulis dengan sepenuh hati, pahami kebutuhan utama audiens, lalu bungkus dengan struktur yang rapi. Maka mesin pencari dan AI akan mengikuti website lu.
Kalo kamu punya usaha dan mau meningkatkan traffic, leads atau penjualan, kamu perlu punya website sendiri sebagai profile atau platform penjualan produk atau jasamu sendiri. Nah setelahnya kamu wajib melakukan teknik SEO atau GEO buat ngasih tau ke semua orang tentang produk dan jasamu. Tapi kalo kamu gasempet buat lakuin SEO atau GEO karna alasan kamu terlalu sibuk memikirkan management atau mengkritik pemerintah, kamu bisa pake jasaku buat optimasi produk dan jasamu biar lebih dikenal semua orang. Insyaallah gue amanah dan professional. 🙏 #Iziiiin